Ginda : Jangan Anggap Main-main Kasus DBD

Kamis, 26 November 2020 | 14:25:28 WIB
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama ST

PEKANBARU- Bahaya bahaya demam berdarah dengue (DBD), terus mengancam warga Kota Pekanbaru. Berdasarkan data dari Diskes Pekanbaru, hingga pertengahan November 2020, tercatat 481 kasus DBD di Kota Pekanbaru. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Kondisi ini menggelitik kalangan legislator, di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru. Sebab, jika tidak dilakukan antisipasi, maka sangat berkemungkinan kasus DBD ini makin bertambah. 

"Ini harus menjadi attensi serius semua kalangan. Terutama Diskes dan masyarakat. Jangan dianggap main-main kasus DBD ini," kata Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama ST, Kamis (26/11 /2020) kepada Wartawan

  • Baca Juga Ahok Ikhlas Jalani Hidup di Balik Jeruji Besi
  • Baca Juga Besok Sidang Terakhir Ahok, Penjagaan Lebih Banyak dari Biasanya
  • Baca Juga KH Ma'ruf Enggan Bertemu Ahok, karena Alasan Ini
  • Baca Juga Jaksa sebut sikap ahok merasa paling benar
  • Politisi Partai Gerindra ini mewanti-wanti masyarakat, saat ini tidak hanya mentaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19. Namun lebih cenderung juga mengantisipasi serangan DBD. 

    Tentunya menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk, apalagi di musim penghujan seperti sekarang. Jadi,  politisi milenial ini menghimbau masyarakat, agar menjadikan gotong royong, buang sampah menumpuk lama dan jadi sarang nyamuk, menjadikan kebiasaan sehari-hari. 

    "Sekarang rentan, masyarakat harus bersama-sama melakukan langkah antisipasi dan pencegahan. Tentunya, dengan melakukan gerakan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang berpotensi jadi sarang nyamuk," tambahnya. 

    Untuk Diskes Pekanbaru, Ginda melakukan program pencegahan DBD ini. Seperti halnya fogging ke beberapa titik yang rawan DBD, juga mengoptimalkan penyuluhan di setiap kecamatan hingga ke kelurahan. 

    "Sebenarnya, program 3 M ini sudah lama didengungkan Diskes. Makanya ke depannya, saya minta program Diskes jangan banyak seremonial dalam memberantas DBD. Harus serius, dan ada action nyata di lapangan," pintanya. 

    Terpisah, Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih membenarkan jumlah kasus DBD yang meninggal dunia hingga November ini sebanyak 3 kasus. 

    Diskes juga tak bosan - bosan menghimbau warga, agar selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Intinya, memberantas DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan.

    "Musim penghujan bisa mempercepat perkembangan nyamuk pembawa DBD. Jika terasa demam atau merasa gejala DBD, langsung cek ke puskesmas atau klinik," harapnya. ***

    Jumlah kasus DBD di Pekanbaru hingga pertengahan November 2020 :

    Sukajadi 18 kasus
    Senapelan 20 kasus
    Pekanbaru Kota 7 kasus
    Rumbai Pesisir 25 kasus
    Rumbai 30 kasus
    Limapuluh 36 kasus
    Sail 7 kasus
    Bukit Raya 53 kasus
    Marpoyan Damai 67 kasus
    Tenayan Raya 84 kasus
    Tampan 77 kasus
    Payung Sekaki 57 kasus

    Total : 481 Kasus

    Sumber: Diskes Pekanbaru.

    Terkini