Rusia Laporkan Kasus Pertama Flu Burung Pada Manusia, Langsung Diisolasi

Senin, 22 Februari 2021 | 10:58:54 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Pihak berwenang Rusia telah melaporkan kasus pertama flu burung, H5N8, yang ditularkan dari unggas ke manusia.

Pada Minggu (21/2/2021), para pejabat mengatakan tujuh pekerja di sebuah pabrik pengolahan unggas di bagian selatan telah terinfeksi menyusul wabah di sana pada Desember.

"Ketujuh orang itu ... sekarang merasa sehat," kata kepala pengawas kesehatan konsumen Rusia, Anna Popova.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Popova mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan yang memadai untuk menghentikan penyebaran infeksi flu burung.

    Tidak ada tanda-tanda penularan antar manusia, kata Popova, seraya menambahkan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Dia memuji "penemuan ilmiah penting" oleh laboratorium Vektor Rusia, yang telah mengisolasi materi genetik strain dari pekerja yang terinfeksi.

    "Penemuan mutasi ini ketika virus belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia memberi kita semua, seluruh dunia, waktu untuk bersiap menghadapi kemungkinan mutasi dan bereaksi dengan cara yang memadai dan tepat waktu," kata Popova.

    Wabah strain H5N8 telah dilaporkan di Rusia, Eropa, Cina, Timur Tengah dan Afrika Utara dalam beberapa bulan terakhir tetapi hanya pada unggas.

    Popova mengatakan para ilmuwan di Rusia sekarang dapat mulai mengembangkan sistem pengujian untuk mendeteksi virus.

    Dikutip dari Al Jazeera, Institut Vektor Siberia mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka akan mulai mengembangkan tes manusia dan vaksin melawan H5N8, kantor berita RIA melaporkan.

    Terletak di Koltsovo di luar kota Novosibirsk di Siberia, institut tersebut telah mengembangkan salah satu dari beberapa vaksin virus korona Rusia.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB