Polisi Sebut Pendukung Trump Berniat Ledakkan Gedung Parlemen

Jumat, 26 Februari 2021 | 10:43:54 WIB
Kepolisian AS memperingatkan bahwa pendukung mantan Presiden Donald Trump yang memicu kerusuhan Januari lalu kini berniat meledakkan gedung parlemen

GILANGNEWS.COM - Kepolisian Amerika Serikat memperingatkan bahwa pendukung mantan Presiden Donald Trump yang memicu kerusuhan pada Januari lalu kini berniat meledakkan gedung parlemen di Capitol Hill.

Kepala Kepolisian Capitol, Yogananda Pittman, mengatakan bahwa para pendukung Trump itu diduga berniat meledakkan gedung Capitol saat Presiden Joe Biden menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan parlemen.

"Anggota kelompok yang hadir pada [kerusuhan] 6 Januari lalu menyatakan keinginan mereka untuk meledakkan Capitol dan membunuh sebanyak mungkin anggota parlemen dengan kaitan langsung dengan Pidato Kenegaraan," ujar Pittman di hadapan Komite Alokasi Dewan Perwakilan AS, Kamis (25/2).

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Pittman pun meminta agar keamanan di sekitar Capitol Hill terus diperketat menjelang Pidato Kenegaraan Biden yang hingga saat ini belum ditetapkan tanggal pastinya.

    "Kami pikir Kepolisian Capitol harus meningkatkan postur keamanan hingga kami menganggap bahaya itu sudah tidak ada," ucap Pittman.

    Kepolisian sendiri sebenarnya sudah meningkatkan sistem keamanan di Capitol setelah kerusuhan akibat aksi para pendukung Trump pada 6 Januari lalu.

    Mereka menerobos gedung Capitol untuk menghalangi penetapan Biden sebagai pemenang pemilihan umum 2020, mengalahkan Trump.

    Akibat kerusuhan tersebut, lima orang tewas, termasuk seorang personel kepolisian. Proses penetapan Biden sebagai pemenang pemilu pun tertunda beberapa jam karena para anggota parlemen harus mengamankan diri.

    Sejak saat itu, lebih dari 200 orang diadili. Trump pun sempat terancam dimakzulkan karena dianggap memancing kerusuhan.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB