Singapura Tarik Kembali Telur dari Malaysia Karena Terdeteksi Bakteri Salmonella

Ahad, 14 Maret 2021 | 10:59:16 WIB
Telur dari Malaysia yang tedeteksi adanya bakteri Salmonella enteritidis.

GILANGNEWS.COM - Otoritas Singapura memberikan arahan untuk menarik kembali telur dari Malaysia setelah terdeteksi adanya bakteri Salmonella enteritidis.

Pada Sabtu (13/3/2021), Singapore Food Agency (SFA) telah mengarahkan sejumlah importir untuk menarik kembali telur dari Lay Hong Bhd Layer Farm Jeram yang terletak di negara bagian Selangor setelah mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella enteritidis (SE) di dalam telur tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, SFA juga menjelaskan jika peternakan tersebut saat ini sedang ditangguhkan sampai masalah kontaminasi selesai.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Telur yang terdeteksi bakteri tersebut terdapat cap kode peternakan yang bertuliskan "CES008" di cangkangnya.

    SE dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan jika makanan yang terpengaruh dikonsumsi mentah atau dimasak secara kurang matang. Bakteri tersebut bisa berada di dalam telur maupun di permukaan cangkang.

    Gejala yang timbul jika mengkonsumsi telur yang terpapar bakteri SE berupa diare, sakit perut, demam, mual dan muntah.

    Meski demikian, bakteri tersebut dapat dihancurkan oleh panas.

    SFA telah menyarankan konsumen yang telah membeli telur yang terkena dampak untuk memasaknya hingga benar-benar matang sebelum memakannya.

    "Mereka yang telah mengkonsumsi telur dan tidak sehat harus mencari perawatan medis," kata badan tersebut.

    Importir yang terkena dampak adalah Pemasok Telur Ang Seng, Dasoon Pte Ltd, Industri Makanan Heng Guan dan Lam Leng Trading Co.

    Meskipun infeksi SE biasanya mereda dalam seminggu, infeksi ini dapat menyebabkan infeksi serius pada kelompok seperti orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

    Untuk mengurangi kemungkinan risiko infeksi, SFA menyarankan konsumen untuk memastikan telur dimasak sampai putih telur dan kuning telurnya padat.

    Selain itu, SFA juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan dengan benar untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB