GILANGNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) telah menghentikan produsen obat Inggris AstraZeneca Plc untuk menggunakan pabrik dalam membuat vaksin, Sabtu (3/4). Fasilitas tersebut pun langsung diberikan kepada Johnson&Johnson (J&J) untuk bertanggung jawab membuat 15 juta dosis vaksin Covid-19.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan memfasilitasi langkah tersebut. J&J mengatakan, pihaknya memikul tanggung jawab penuh dari fasilitas Emergent BioSolutions di Baltimore.
Pengumuman ini menegaskan, perusahaan akan memberikan 100 juta dosis kepada pemerintah pada akhir Mei. Sedangkan AstraZeneca yang vaksinnya belum disetujui di AS mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan fasilitas alternatif untuk memproduksi vaksinnya.