GILANGNEWS.COM - Pemerintah Malaysia memutuskan tidak melanjutkan penggunaan vaksin corona buatan AstraZeneca untuk program vaksinasi nasional.
Menurut Menteri Ilmu Pengetahuan, Inovasi dan Teknologi Malaysia, Khairy Jamaluddin, dan Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, keputusan itu diambil karena salah satunya akibat keresahan di antara masyarakat yang meragukan vaksin itu, akibat temuan kasus pembekuan darah. Padahal, rasio kasus pembekuan darah itu memang tergolong kecil dari jumlah orang yang divaksinasi.
"Terkait persoalan ini, dr. Adham dan saya sudah berdiskusi rutin terkait penggunaan vaksin AstraZeneca. Kami tidak mau vaksin yang efektif dan aman ini mubazir, tetapi di waktu yang sama, mungkin ilmu pengetahuan dan dan fakta tidak bisa mengalahkan kekhawatiran ketakutan masyarakat dan kabar bohong yang sudah terlanjur beredar luas," kata Khairy dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Rabu (28/4/2021).