Jepang Setop Pemakaian 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna, Ada Apa?

Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:24:29 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Otoritas Jepang akan menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Moderna di wilayahnya. Penghentian penggunaan vaksin Moderna ini diumumkan setelah muncul sejumlah laporan soal kontaminasi di tempat penyimpanan vaksin.

Seperti dilansir AFP, Kamis (26/8/2021), penghentian penggunaan vaksin Moderna itu diumumkan produsen obat-obatan Takeda dan Kementerian Kesehatan Jepang pada Kamis (26/8) waktu setempat. Takeda diketahui bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi vaksin Moderna di wilayah Jepang.

"Menerima sejumlah laporan dari beberapa pusat vaksinasi bahwa zat asing ditemukan di dalam botol-botol yang belum dibuka dari sejumlah lot tertentu," demikian pernyataan pihak Takeda.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • "Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan, kami memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin dari lot tersebut mulai 26 Agustus," imbuh pernyataan tersebut.

    Disebutkan juga oleh Takeda bahwa pihaknya telah memberitahu Moderna soal laporan tersebut dan 'meminta penyelidikan segera'.

    Belum ada komentar resmi dari pihak Moderna terkait hal ini.

    Takeda tidak menjelaskan secara detail soal bentuk kontaminasi yang terjadi pada botol-botol vaksin Moderna tersebut. Hanya disebutkan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan apapun soal masalah kesehatan yang dipicu dosis-dosis yang terkontaminasi itu.

    Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan akan bekerja bersama Takeda dalam mengamankan dosis-dosis alternatif demi menghindari gangguan pada program vaksinasi di negara tersebut, yang lajunya mulai meningkat setelah diawali secara lambat.

    Disebutkan bahwa sekitar 43 persen populasi Jepang kini telah divaksinasi sepenuhnya, namun negara ini tengah menghadapi lonjakan kasus Corona yang dipicu varian Delta yang sangat mudah menular.

    Sedikitnya 15.500 orang meninggal dunia akibat Corona di Jepang, yang sebagian besar wilayahnya ada di bawah langkah pembatasan Corona. Total kasus Corona di Jepang kini melebihi 1,3 juta kasus.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB