GILANGNEWS.COM - Seorang jenderal tinggi Amerika Serikat mengakui bahwa negara itu telah membuat "kesalahan" ketika melancarkan serangan pesawat tak berawak (drone) terhadap tersangka ISIS di Kabul, ibu kota Afghanistan. Bukannya menewaskan para militan, serangan drone AS itu menewaskan 10 warga sipil, termasuk anak-anak di hari-hari terakhir penarikan AS dari Afghanistan bulan lalu.
Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (18/9/2021), Komandan Komando Pusat AS Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan, serangan itu dimaksudkan untuk menargetkan operasi ISIS yang dicurigai oleh intelijen AS memiliki "kepastian yang masuk akal" yang bertujuan untuk menyerang bandara Kabul.
"Serangan itu adalah kesalahan yang tragis," kata McKenzie kepada wartawan setelah penyelidikan.