Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
"Dana tersebut diberikan salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak COVID-19," kata Irjen Eko Indra, 26 Juli lalu.
Hibah itu berasal dari peninggalan ayah Heryanti, yakni mendiang Akidi Tio, pengusaha asal Aceh. Saat itu, acara simbolik tersebut disaksikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Komandan Korem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus.
Irjen Eko mengaku mengenal keluarga Akidi Tio saat dirinya bertugas di Aceh Timur. Saat itu Eko menjabat Kasat Reskrim Polres Aceh Timur.
Ternyata prank
Belakangan, dana Rp 2 triliun itu tak kunjung cair. Polisi kemudian memeriksa Heryanty pada 2 Agustus. Hasilnya, dana Rp 2 triliun yang dijanjikan dalam bentuk bilyet giro itu tak ada. Hal senada disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ternyata itu cuma prank.
"Sampai hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).
Heryanty dilaporkan ke polisi oleh dokter
Heryanty dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan uang senilai Rp 2,5 miliar. Ini adalah kasus lain lagi di luar kasus prank ke polisi itu. Pihak yang melaporkan adalah dokter di Palembang bernama Siti Mirza.
Kasus itu diketahui dari laporan polisi nomor LP/B/704/VIII/2021/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN seperti yang kita lihat 9 Agustus lalu. Dalam laporan itu, Siti menyebut dirinya merasa ditipu Rp 2,5 miliar oleh terlapor, Heryanty.
Heryanti diperiksa dokter
Heryanti putri Akidi Tio mengalami sakit. Dia lantas diperiksa di Rumah Sakit di Palembang. Penegak menunggunya pada September lalu.
"Kita masih menunggu laporan hasil observasi kejiwaan Heryanty dari tim dokter RS," kata Direskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan ketika ditanyai kelanjutan kasus prank Rp 2 triliun dan laporan dugaan penipuan terhadap seorang dokter di Palembang, 24 September lalu.
Setelah selesai pemeriksaan, Heryanty pulang ke rumahnya. Soal kondisi kejiwaan, Heryanty juga pernah diperiksa pada 6 Agustus tapi hasilnya tidak disampaikan otoritas.
Bagaimana kabar terkini Heryanti putri dari Akidi Tio?
Kabar terkini
Polisi telah menerima hasil pemeriksaan kejiwaan Heryanty Tio. Meski begitu, hasil pemeriksaan belum juga diungkap ke publik.
"Kita sudah menerima laporan hasil pemeriksaan kejiwaannya, kita mau konsultasikan dulu, kita periksa nanti. Laporannya itu ada tujuh lembar, mungkin kaitannya dengan kondisi-kondisi yang kita butuh penjelasan," kata Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan, ketika dimintai konfirmasi soal kelanjutan kasus anak Akidi Tio itu, Senin (8/11/2021).
Hisar mengatakan polisi masih membutuhkan keterangan dari beberapa dokter ahli untuk menjelaskan hasil pemeriksaan itu. Dia belum menjelaskan kapan Heryanty akan diperiksa lagi.
"Bahasa-bahasanya ilmiah, jadi dari dokter ahli itu akan kita BAP. Dokternya nanti kita jadwalkan untuk kita mintai keterangan untuk menjelaskan hasil (pemeriksaan) itu dalam BAP," kata Hisar.
Hisar mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dua kasus yang menyeret nama Heryanty. Kasus pertama terkait prank hibah Rp 2 triliun. Kasus kedua ialah dugaan penipuan yang dilaporkan seorang dokter di Palembang.
"Masih kita dalami semua keterangan-keterangan," jelasnya.
Terkini
Kamis, 15 Januari 2026 | 22:45:10 WIB
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:23:47 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:06:44 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:59:01 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:51:32 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:48:09 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:36:04 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:30:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24:30 WIB
Rabu, 14 Januari 2026 | 21:16:39 WIB