Polda Maluku soal 18 Warga Tertembak: Kalau Peluru Tajam Mungkin Tak Selamat

Rabu, 08 Desember 2021 | 13:02:01 WIB
Salah seorang korban penembakan.

GILANGNEWS.COM - Sebanyak 18 warga Desa Tamilou, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah teluka akibat terkena tembakan aparat kepolisian, Selasa (7/12) subuh. Polisi menyatakan seluruhnya terkena peluru karet.

"Tidak ada peluru tajam, kemarin yang luka-luka yang kita lihat walaupun sepintas lewat gambar ada yang luka ke dada. Ada yang luka kena leher. Itu kalau peluru tajam pasti akan mungkin tidak selamat," kata Kabid Humas Polda Maluku M Roem Ohoirat saat dihubungi merdeka.com, Rabu (8/12).

Dia mengakui pasukan Dalmas dan Brimob yang dikerahkan ke Desa Tamilou menggunakan senjata. Namun seluruhnya telah diperiksa saat apel sebelum bergerak ke lokasi. Pemeriksaan dilakukan perwira. "Semua menggunakan peluru hampa dan peluru karet," jelas Roem.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Diberitakan, 18 warga Desa Tamilou terkena tembakan aparat kepolisian pada Selasa (7/12) subuh sekitar pukul 05.20 WIT. "Seluruh korban, tiga diantaranya ibu-ibu saat ini sementara menjalani perawatan medis di Puskesmas Tamilou. Namun, dua orang di antaranya telah dirujuk ke RSUD Masohi," kata tokoh masyarakat Tamilouw, Habiba Pelu, seperti dilansir Antara.

    Terkini