Polisi Diviralkan Tendang Kemaluan Emak-emak di Demo, Ini Kata Polres Jakpus

Sabtu, 16 April 2022 | 14:34:14 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Sebuah video memuat kemarahan seorang emak-emak terhadap anggota kepolisian viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat emak-emak itu memaki polisi di sebuah jalan raya.

Sejumlah kalimat dilontarkan sosok emak-emak itu kepada polisi di lapangan. Salah satu kalimat yang terlontar soal kekesalan korban yang merasa kemaluannya ditendang oleh polisi tersebut.

"Kemaluan saya kamu tendang. Kurang ajar, kamu," kata emak-emak seperti dilihat di video, Sabtu (16/4/2022).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Emak-emak yang mengenakan jas hujan berwarna biru dan kerudung warna merah ini terus mengejar polisi yang disebutnya menendang alat vitalnya. Dia terus berteriak ke arah polisi tersebut.

    "Saya ini perempuan. Kamu tendang-tendang saya. Heii, Dajal kamu. Masa kamu tendang kemaluan saya? Kurang ajar itu orang," kata korban.

    Belum diketahui pasti lokasi peristiwa ini. Namun, dari sejumlah motor yang terparkir di pinggir jalan, terlihat pelat kendaraan dengan kode B.

    Peristiwa itu diduga terjadi di dekat gedung DPR, Jakarta Pusat, pada saat terjadinya aksi demonstrasi mahasiswa di depan DPR pada Senin (11/4).

    Tanggapan Polres Jakpus

    Dihubungi terpisah, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya peristiwa itu pada demo di depan DPR pada Senin (11/4). Dia lalu mengimbau warga agar tidak mudah terpancing informasi yang beredar di media sosial.

    "Setahu saya nggak ada. (Coba) konfirmasi ke Kapolsek Tanah Abang. Hati-hati, sekarang banyak video dipotong-potong, dipelintir. Logika mana ada polisi berbuat seperti itu?" katanya.

    Setyo mengaku hingga saat ini tidak ada laporan yang diterima di Polres Metro Jakarta Pusat terkait peristiwa viral tersebut. Dia pun menyebut jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh polisi, hal itu akan ditangani oleh Propam Mabes Polri.

    "Kalau ada tindakan anggota yang tidak sesuai prosedur, pasti sudah ditangani Propam Polri. Silakan konfirmasi ke sana. Kalau Polres, tidak ada laporan," ucap Setyo.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB