Dijadikan Objek Retribusi, DPRD Riau Minta Stadion Utama Dikelola Secara Profesional

Sabtu, 04 Juni 2022 | 13:45:15 WIB
Stadion Utama Riau.

GILANGNEWS.COM - Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat angkat bicara terkait pengelolaan stadion kebanggaan masyarakat Riau, Stadion Utama Riau.

Menurut Ade Hartati, pembangunan stadion megah tersebut salah satunya ditujukan untuk meningkatkan daya saing daerah. Dalam konteks Stadion Utama Riau, dan stadion lainnya tentu tujuan pembangunan tersebut tidak hanya diperuntukan bagi pelaksanaan PON XVIII tahun 2012 saja.
 
"Penata kelolaan yang harus profesional, baik dalam hal perawatan stadion, promosi dan kemanfaatan yang lebih maksimal harus dilakukan," kata Ade Hartati, Sabtu (4/6/2022).

Politisi PAN ini mengatakan, pengelola harus mampu menginisiasi event-event skala besar sesuai dengan peruntukan stadion utama. Bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) tapi juga bisa menjadi tempat lahirnya atlet Riau yang berprestasi.

  • Baca Juga Ahok Ikhlas Jalani Hidup di Balik Jeruji Besi
  • Baca Juga Besok Sidang Terakhir Ahok, Penjagaan Lebih Banyak dari Biasanya
  • Baca Juga KH Ma'ruf Enggan Bertemu Ahok, karena Alasan Ini
  • Baca Juga Jaksa sebut sikap ahok merasa paling benar
  • "Target PAD dengan peruntukan stadion yang sebesar itu, tentu tidak sebanding nilainya, baik nilai ekonomisnya maupun nilai sosialnya," kata Ade lagi.

    Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan Stadion Utama Riau sebagai objek retribusi sebesar Rp25 juta selama setahun.

    "Target retribusi Stadion Utama Riau setahun Rp25 juta," ucap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Boby Rachmat 

    Lebih lanjut Boby menyampaikan, jika saat ini target retribusi tersebut sudah tercapai. Bahkan sudah melebihi target sebesar Rp25 juta.

    "Target itu sudah tercapai pada Februari lalu, sekarang sudah Rp50 juta. Jadi walaupun kondisinya seperti itu, sebenarnya di dalam stadion ada aktivitas. Kalau orang pecinta bola pasti tahu kalau stadion tidak kita kelola," sebutnya.

    "Namun karena kondisi luar Stadion Utama seperti itu, jadi terkesan tak ada rutinitas di dalam stadion. Padahal lapangan dipakai," cetusnya.

    Terkini