Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
Tidak hanya merasakan pengalaman spiritual yang luar biasa. Jemaah juga merasakan pelayanan sangat baik pada haji tahun ini.
"Saya sudah dua kali berhaji, pertama tahun 2006. Kondisinya jauh berbeda. Dulu itu haji kelaparan, sekarang haji kekenyangan. Berbalik 190 derajat,” ujar Eko Junaidi, jemaah haji asal Pati Jawa Tengah, saat ditemui di hotelnya di Keswah, Makkah, Kamis (14/7).
Menurut Eko, pelaksanaan haji di tahun 2006 juga haji akbar. Seingat dia, kala itu banyak jemaah kelaparan saat di Armuzna.
"Dulu itu saat di Arafah makanan sedikit dan hanya roti, kalau sekarang nasi banyak. Saya belum lapar sudah datang lagi makanan. Rasanya juga enak citarasa Indonesia," sambung Eko.
Selain makanan yang melimpah dan enak, hotel yang ada di Makkah maupun Madinah juga sangat baik.
Di Makkah misalnya, Eko mendapatkan penginapan di Hotel Al Keswah. Meski hotel ini menampung lebih dari 23 ribu jemaah, namun pelayanan didapat membuatnya sangat terkesan.
"Tiap dua hari sekali, sprei dan bantal diganti. Tiap hari kamar juga dibersihkan petugas. Makanan dapat tiga kali sehari. Mantab Pak Menteri, Terima kasih Pak Jokowi, sungguh pelayanan yang membuat kami betah beribadah," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Fahrizal Anwar, jemaah asal Bukit Tinggi. Fahrizal mengaku ada rasa berat meninggalkan Makkah.
"Saya betah di sini. Seakan tidak mau pulang. Ibadah enak di sini. Bisa jalan kaki ke Masjidil Haram hanya 1 km. Kalau capek juga ada bus shalawat yang mengantar dan gratis,” ujarnya.
Dia merasa semua pelayanan yang diterima sejak Madinah hingga di Makkah termasuk saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina sangat baik.
"Saya bisa umrah sunnah. Alhamdulillah, puas sekali ibadah haji tahun ini," ujar Fahrizal.
Jemaah Diingatkan Tak Bawa Zamzam
Sesuai aturan penerbangan, jemaah diingatkan tidak memasukkan zamzam ke dalam koper. Jika ditemukan, koper akan dibongkar petugas.
Ketua Kloter 2 Padang, Amar Akbar, berharap jemaah benar-benar mematuhi aturan ini. Bila tetap nekat, terpaksa kopernya dibongkar petugas dan air zamzam yang dibawa dikeluarkan.
"Sosialisasi terus dilakukan. Pengalaman kloter pertama kemarin jadi bahan evaluasi. Hari ini semoga sudah tidak ada lagi jemaah yang nekat bawa zam-zam," kata Amar.
Terkini
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:17:29 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:14:00 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:07:58 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 21:01:07 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:55:32 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:46:19 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:40:22 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:35:17 WIB
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:26:50 WIB