Uya Kuya Buat Konten Bisnis Haram di Lapas, Dirinya Mengaku di Hubungi 19 Orang Penting

Sabtu, 06 Mei 2023 | 22:37:32 WIB

GILANGNEWS.COM - Artis dan YouTuber Uya Kuya mengaku dihubungi sejumlah pihak atas kontennya bersama Tyo Pakusadewo yang membahas tentang sisi lain Lapas.

Dalam konten tersebut, Tyo Pakusadewo membagikan pengalamannya berada di dalam sel tahanan saat terseret kasus narkoba.

Mulai dari kualitas nasi, adanya sel tikus, kondisi air yang buruk, hingga soal peredaran narkoba, di mana Tyo sendiri juga pernah membelinya di dalam penjara.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Namun ternyata konten tersebut membuat Uya dihubungi sejumlah pihak.

    "Yang kemarin ini saya itungin selama tiga hari ada 19 orang penting di negeri ini yang hubungi saya," kata Uya dikutip dari YouTube Pagi Pagi Ambyar Trans tv.

    Mereka ini menghubungi Uya dengan beberapa tujuan berbeda. "Buat ajak ngobrol, tapi ada juga yang nyuruh take down, ada juga yang ngobrol tapi dia bilang enggak usah di take down karena ini buat kebaikan," tutur Uya.

    "Ada juga yang saya disuruh minta maaf. Saya bilang, minta maaf sama siapa, saya enggak mau," lanjutnya.


    Hal serupa juga terjadi pada Tyo Pakusadewo yang mengaku dihubungi pihak tertentu terkait pengakuannya di konten YouTube Uya.

    "Ada beberapa orang yang mencoba untuk ngajak ngobrol mengenai hal ini, tapi saya pikir untuk apa," kata Tyo.

    Bagi Tyo sendiri pengakuannya di dalam konten Uya itu tak diniatkan untuk menyerang instansi tertentu.

    Tujuannya bercerita hanya untuk membagikan pengalaman tentang kehidupannya di dalam penjara.

    "Saya kan sebetulnya sama Uya hanya sharing, bercerita pengalaman saya di dalam (penjara)," ujar Tyo.

    "Bukan bertujuan menghantam sebuah institusi atau menunjuk beberapa orang yang harus bertanggung jawab terhadap itu, enggak.

    Kalaupun ada, itu oknum kan," tegasnya.

    Sadar akan risiko yang dihadapi, Uya sebagai pemilik channel YouTube mengungkap alasannya tetap mengunggah konten tersebut.  

    "Kalau kita enggak posting, nanti enggak bisa jadi bahan masukan buat instansi terkait untuk bersih-bersih," kata Uya.

    Halaman :

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB