PEKANBARU - Anggota DPRD Pekanbaru, Robin Eduar, tak bisa lagi menahan geram atas karut-marut tarif parkir di pasar tradisional. Ia menuding Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru lamban dalam menertibkan tarif dan membiarkan praktik parkir liar merugikan kas daerah.
"Ini bukan soal Rp 1.000 atau Rp 2.000, tapi soal keadilan dan transparansi," ujar Eduar dengan nada tinggi. "Masyarakat berhak mendapatkan perlakuan yang sama di semua pasar. Jangan sampai ada yang merasa dianaktirikan."
Eduar juga menyoroti keberadaan parkir liar yang tumbuh subur di sekitar pasar. Menurutnya, praktik ini bukan hanya merugikan pendapatan daerah, tapi juga menciptakan kesan semrawut dan tidak tertib.