Disdik Riau Larang Study Tour Sekolah SMA/SMK Selama Libur Nataru, Ini Alasannya

Rabu, 18 Desember 2024 | 20:53:10 WIB
Plt Kadisdik Riau, Edi Rusma Dinata

RIAU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengeluarkan surat edaran yang melarang sekolah-sekolah SMA/SMK negeri di Riau mengadakan study tour atau perjalanan ke luar daerah selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. 

Larangan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi risiko keselamatan siswa dan guru terkait cuaca ekstrem dan kepadatan lokasi wisata yang dapat meningkatkan kecelakaan. 

Plt Kadisdik Riau, Edi Rusma Dinata, Rabu (18/12/2024) menegaskan kebijakan ini juga bertujuan menghindari keluhan orang tua terkait biaya tambahan untuk kegiatan tersebut.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Edi mengatakan, kebijakan larangan study tour saat libur Nataru ini dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kepada para siswa dan guru yang melakukan study tour ke luar kota.

    "Kami minta kepada para kepala SMA dan SMK negeri di Riau untuk tidak melakukan perjalanan wisata keluar kota. Langkah ini kita ambil demi keselamatan siswa selama masa libur panjang, mengingat kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem," katanya.

    Berdasarkan surat edaran Disdik Riau yang ditujukan untuk kepala SMA dan SMK negeri di Riau, diatur dengan jelas terkait larangan sekolah melakukan study tour atau jalan-jalan ke luar kota saat libur panjang Nataru. Larangan tersebut tercantum dalam poin kedua dalam surat edaran tersebut.

    Dalam surat itu, ditegaskan, sekolah yang akan menyelesaikan pembelajaran agar tidak melakukan perjalanan study tour ke luar daerah, mengingat keadaan cuaca ekstrem saat ini dan terjadinya bencana di beberapa wilayah di Indonesia.

    Selain faktor cuaca ekstrem, larangan tersebut dikeluarkan juga untuk menghindari keluhan para orang tua terkait iuran yang dibebankan kepada siswa untuk biaya study tour. Selain itu, risiko kecelakaan yang kerap terjadi selama perjalanan wisata, apalagi di musim libur panjang ketika tempat wisata ramai dikunjungi.

    "Sama-sama kita ketahui, saat libur panjang lokasi-lokasi yang menjadi destinasi wisata pasti selalu ramai, kondisi seperti ini meningkatkan risiko selama dalam perjalanan. Makanya kami minta pihak sekolah agar menghindari kegiatan semacam ini," tutupnya.**

    Halaman :

    Terkini