GILANGNEWS.COM - Sebanyak 320 personel gabungan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Polresta Pekanbaru, Brimob serta sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rutan se-Kota Pekanbaru melaksanakan razia serentak di seluruh blok hunian Rutan Pekanbaru pada Kamis ( 17/5/2025) malam.
Kegiatan ini merupakan respons cepat atas beredarnya video viral sejumlah narapidana dan tahanan dugem sambil mengkonsumsi minuman keras serta narkoba yang memicu keresahan masyarakat terkait keamanan dan ketertiban di dalam Rutan.
Razia dipimpin oleh Direktur Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lilik Sujandi, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau Maizar, serta Kepala Bagian Operasional Polresta Pekanbaru Kompol David Richardo.
Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
Petugas menyisir seluruh kamar dan blok hunian warga binaan untuk menemukan dan menyita barang-barang terlarang, seperti senjata tajam, alat komunikasi ilegal, serta narkotika.
Kegiatan ini sejalan dengan program akselerasi dari Menteri Hukum dan HAM serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka penguatan pengawasan dan pembenahan internal.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau Maizar menegaskan, razia ini tidak hanya sebagai respons terhadap video viral, tetapi juga merupakan bagian dari program pengawasan rutin yang ditingkatkan.
"Kita melaksanakan razia bersama dengan total 320 personel. Diharapkan kegiatan ini berjalan lancar dan ke depan sinergi dengan kepolisian dapat terus ditingkatkan. Ini adalah bentuk penguatan pengawasan dan evaluasi, sekaligus momentum pembenahan internal," ujarnya.
Sementara itu, Kompol David Richardo menyatakan bahwa kepolisian akan terus mendukung penuh upaya menjaga keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
"Kami akan terus bersinergi demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif, baik di luar maupun di dalam rutan," ujarnya.
Usai razia, situasi di Rutan Kelas I Pekanbaru dinyatakan aman dan kondusif. Kegiatan akan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi terjadinya hal tak diinginkan.
"Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang dan pelanggaran hukum lainnya," tegas Maizar.
Diberitakan sebelumnya, viral video yang memperlihatkan
narapidana dan tahanan Rutan Kelas I Pekanbaru berjoget diiringi musik DJ yang disetel cukup keras. Ada yang berjoget sambil berdiri, ada pula yang duduk, sembari menggeleng-gelengkan kepala.
Di depan mereka ada beberapa botol minuman. Tak hanya itu, diduga ada sebuah botol bekas yang dipasang sedotan warna putih, yang mirip bong atau alat hisap sabu.
Ada pula seorang dari mereka, tampak duduk di sudut ruangan dan bersandar santai sambil memegang handphone di telinganya.
Atas video itu. Kanwil Ditjenpas Riau langsung turun ke Rutan melakukan penyelidikan. Sebanyak 14 orang narapidana diperiksa dan dipindahkan ke Blok Pengendali Narkoba (BPN) Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Pemeriksaan juga dilakukan kepada Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Bastian Manalu dan Kepala Keamanan Rutan, Arie Jelfri. Keduanya pun dicopot dari jabatannya.
Terkini
Senin, 19 Januari 2026 | 21:56:28 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:49:59 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:45:50 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:42:02 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:30:29 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:25:57 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:22:00 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 21:16:16 WIB
Senin, 19 Januari 2026 | 14:46:34 WIB
Ahad, 18 Januari 2026 | 17:46:42 WIB