Riau Genap 68 Tahun, Gubri Abdul Wahid Ajak Warga 'Merawat Tuah, Menjaga Marwah'

Senin, 04 Agustus 2025 | 12:37:32 WIB
Gubernur Riau Abdul Wahid

GILANGNEWS.COM - Provinsi Riau akan memasuki usia ke-68 tahun, tepatnya pada 9 Agustus 2025 mendatang. Tahun ini tema yang dipilih dalam perayaan Hari Jadi Bumi Lancang Kuning yaitu "Merawat Tuah, Menjaga Marwah".

Dalam sebuah program Dialog Interaktif Pekanbaru Pagi Ini, yang diselenggarakan Studio Pro1 RRI Pekanbaru, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengatakan bahwa tema tersebut dipilih sebegai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya Melayu yang menjadi identitas utama masyarakat Riau.

"Kata orang Melayu, tuah hutan ada pada rimbanya, tuah sungai ada pada ikannya, tuah manusia ada pada budinya. Sebagaimana kita tahu, di negeri Melayu Riau ini tuahnya itu adalah kekayaan alamnya, " jelas Gubri, Senin (4/8/25).

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • Dengan begitu, Gubernur Wahid mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kekayaan alam Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, jika tuah tidak dirawat, maka tidak akan memberikan bermanfaat apapun untuk kita (masyarakat).

    Bahkan, Gubernur Riau Abdul Wahid menyebut, jika tuah tersebut tidak dijaga dan dirawat dengan baik  maka Riau akan kehilangan marwah.

    "Merawat Tuah Menjaga Marwah itu setali dengan menjaga harkat dan martabat diri, " imbuhnya.

    Dengan berbagai fenomena yang terjadi saat ini, Gubernur Wahid mengaku ingin membangkitkan semangat tema perayaan HUT ke-68 Provinsi Riau (Merawat Tuah Menjaga Marwah).

    "Karena itu sangat mengganggu ekosistem yang ada pada kita, baik itu ekosistem ekonomi, investasi, pendidikan, hingga sosial, " katanya.

    Oleh karenya, Gubernur Wahid ingin melestarikan alam, budaya, adat, dan istiadat Riau, sehingga Marwah juga terjaga. Jika hal tersebut tidak tercapai, tentu generasi berikutnya tidak akan menikmati kekayaan tersebut.

    "Inilah yang ingin kita lestarikan, Marwah terjaga, tentu adat dan budaya kita tidak akan hilang. Sehingga, Takkan Melayu Hilang Di Bumi, " tutup Gubri Wahid.

    Halaman :

    Terkini