GILANGNEWS.COM – Kesabaran warga Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, nyaris habis. Jalan Pesisir yang membentang sepanjang 1,1 kilometer sudah 21 tahun tak pernah diaspal ulang. Kondisinya kini rusak parah, mengganggu aktivitas lebih dari seribu kepala keluarga yang setiap hari melintas di jalur vital tersebut.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Meranti Pandak, Dedi Yohendri, mengungkapkan, aspirasi perbaikan Jalan Pesisir kembali mencuat saat pihaknya menggelar reses bersama anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Golkar, Syamsul Bahri. Dalam pertemuan itu, 13 perwakilan RW secara tegas mempertanyakan nasib janji perbaikan jalan yang pernah disampaikan Agung Nugroho saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pekanbaru.
“Dulu beliau janji akan membangun kembali Jalan Pesisir. Tapi sampai sekarang, janji itu tak kunjung ditepati. Bahkan, kami dapat informasi tahun ini juga tidak akan dikerjakan karena rencana pembangunan digeser lagi,” tegas Dedi, Sabtu (16/8/2025).
Dedi menegaskan, dirinya tidak hanya berbicara sebagai Ketua LPM, tapi juga sebagai mantan ketua tim sukses Agung Nugroho di Pilkada lalu, di mana sang calon meraih 40 persen suara di Meranti Pandak.
“Kami hanya minta kejelasan. Apakah janji itu akan dilaksanakan atau tidak? Warga sudah terlalu lama menunggu,” ujarnya.
Nada kecewa juga datang dari Ketua Forum RTRW Kelurahan Meranti Pandak, Harsoyo. Menurutnya, dalam forum reses, masyarakat sudah sepakat menjadikan perbaikan Jalan Pesisir sebagai prioritas utama. Namun kabar bahwa pembangunan batal dilakukan tahun ini memicu kekecewaan luas.
“Kalau tetap tidak ada realisasi, kami siap mendatangi langsung kantor Wali Kota Pekanbaru untuk meminta kepastian. Kalau perlu, masyarakat akan kami ajak bersama,” kata Harsoyo.
Jalan Pesisir selama ini menjadi jalur penghubung vital bagi ribuan warga Meranti Pandak. Namun selama dua dekade lebih, permukaan jalannya tak pernah disentuh pengaspalan ulang, membuat lubang dan kerusakan menjadi pemandangan sehari-hari.