GILANGNEWS.COM - Seorang oknum polisi, Bripka A, dipastikan menghadapi proses hukum berat setelah terlibat jaringan peredaran sabu seberat 1 kilogram di Dumai.
Selain terancam hukuman mati sesuai UU Narkotika, ia juga menghadapi ancaman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menegaskan bahwa Polri tidak memberi ampun bagi anggota yang terlibat narkoba.