Pekan Pertama Januari 2017, BI Catat Inflasi Sebesar 0,74 %

Jumat, 13 Januari 2017 | 15:07:32 WIB
Bank Indonesia

GILANGNEWS.COM - Berdasarkan survei pemantauan di pekan pertama Januari 2017, Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi yang lebih tinggi dibanding Desember 2016, yakni sebesar 0,74%.

Sehingga secara akumulasi inflasi year on year (yoy) hingga minggu pertama Januari 2017 sebesar 3,02%.

"Berdasarkan survei kita estimasi sekitar 0,74% itu month to month-nya (mom), untuk year on year-nya (yoy) 3,26%, memang itu lebih tinggi dari Inflasi di bulan Desember, 3,02%" ungkap Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/1/2017) sebagaimana dilansir detik.com

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Kendati demikian, Perry mengatakan, angka tersebut dinilai masih relatif rendah. Faktor yang membuat inflasi kali ini sedikit lebih tinggi ialah karena adanya beberapa kenaikan harga dari pemerintah. Seperti kenaikan tarif STNK dan tarif listrik.

    "enaikan tarif STNK, itu berdampak pada inflasi sekitar 0,25% di bulan januari ini. Kemudian kenaikan tarif dasar listrik itu 0,11%. Sementara untuk yang lain-lain masih relatif terkendali," terangnya.

    Dirinya menilai, nilai inflasi tersebut masih terkendali. Sebab, beberapa kenaikan harga seperti tarif listrik dan STNK hanya berdampak sementara terhadap inflasi.

    "Tidak menimbulkan dampak second round terhadap inflasi yang lain. Itu juga menunjukan permintaan dalam negeri, meskipun naik tapi masih relatif tercukupi dari kebutuhan ataupun produksi dalam negeri," tuturnya.***

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB