GILANGNEWS.COM - Sebuah turnamen catur internasional kini tengah diselenggarakan di Arab Saudi. Namun, pada saat yang sama memunculkan kontroversi setelah negara itu menyatakan menolak visa permohonan visa pemain catur asal Israel.
Seperti dlansir BBC.com, seorang pejabat Saudi telah mengatakan permohonan visa tidak dapat dikabulkan karena kerajaan tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Akibat keputusan penolakan tersebut, Federasi Catur Israel menyatakan akan menuntut kompensasi secara finansial kepada pihak penyelenggara turnamen, yakni Arab Saudi.
Seorang pemain catur perempuan yang sempat menjadi juara dunia dua kali pada turnamen catur juga ada yang mengatakan memang akan memboikot turnamen tersebut. Namun alasannya bukan karena adanya penolakan visa, tapi karena dia tidak ingin mengenakan ‘abaya’ atau pakaian waninta Arab Saudi bila bepergian atau berada di tempat umum.