GILANGNEWS.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan jumlah tenaga medis yang kurang menjadi salah satu kendala penanganan wabah gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua.
Untuk menyiasati kendala itu, Polda Papua meminta bantuan dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri agar mengirimkan personel dokter tambahan dalam menangani wabah gizi buruk dan campak di Asmat.
“Tenaga medis kurang, tenaga dokter sangat minim, kepala puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) bukan dokter. Polda Papua juga meminta BKO (bantuan kendali operasi) dokter kepada Pusdokkes Polri,” kata Boy kepada wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Polri 2018, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan (24/1).