GILANGNEWS.COM - Serangan bom bunuh diri dengan mobil ambulans di Ibu Kota Kabul, Sabtu (27/1) terjadi hanya berjarak sekitar 500 meter dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Afghanistan. Meski begitu tidak ada warga Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
"Suaranya terdengar kencang dari KBRI," kata Sam Aryadi, Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya sekaligus Kepala Kanselerai KBRI Afghanistan, Minggu (28/1).
Jumlah korban tewas dalam ledakan bom ambulans itu bertambah menjadi 95 orang dan 158 luka-luka. Sam memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. Ada sekitar 30 WNI di Afghanistan, 28 di antaranya berada di Kabul. Mereka bekerja di lembaga-lembaga internasional.