Jokowi Ingin Indonesia Kurangi Impor Obat

Selasa, 27 Februari 2018 | 11:06:50 WIB
Presiden Jokowi ingin para menterinya melakukan inovasi terhadap bahan-bahan obat yang selama ini diimpor dari luar, sehingga Indonesia bisa produksi sendiri.

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan, Indonesia di masa mendatang seharusnya tidak lagi mengimpor obat-obatan sebab teknologi berkembang begitu cepat. Hal itu disampaikan saat meresmikan pabrik obat PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/1) pagi.

Jokowi menginstruksikan para pembantunya berinovasi terhadap bahan-bahan yang selama ini diimpor sehingga Indonesia bisa memproduksinya sendiri.

"Jangan sampai impor, impor, impor. Marilah kita sama-sama berpikir," ujar Jokowi.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ia mengungkapkan kekagumannya ketika meresmikan pabrik ini karena melingkupi tiga aspek penting, yakni investasi, inovasi, serta faktor kesehatan.

    Misalnya sektor inovasi, Jokowi senang karena pabrik ini memproduksi bahan baku obat serta obat-obatan langsung berbahan dasar bioteknologi.

    Menurutnya, hal itu sebuah lompatan karena selama ini ia meminta pabrik obat baru kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek berbahan dasar kimia.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, obat bioteknologi memiliki pasar yang besar sebab dapat mengobati banyak penyakit salah satunya kanker.

    "Sehingga sangat mendesak investasi dan knovasi membangun kapasitas produksi. Ini penting sekali," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kebutuhan obat-obatan Indonesia selama ini terpenuhi melalui impor. Sehingga, hal itu disiasati bersama melalui lompatan inovasi pabrik ini.

    "Supaya mengurangi ketergantungan ke negara lain dan tentu biaya lebih terjangkau," kata Nila.

    Ia akan terus mendorong jajarannya serta rekan kerja Kementerian Kesehatan mengembangkan penelitian untuk mendorong tanaman asli Indonesia menjadi bahan baku obat sehingga mengurangi impor di masa mendatang.

    Terkini