GILANGNEWS.COM - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau melihat masalah pajak pertalite sebagai bukti ketidaktransparanan pemerintah, terhadap kebijakan menaikkan harga bahan bakar.
Masalah ini kemudian membuat masyarakat meraba sehingga kesimpulan yang terjadi terkadang tidak sejalan dengan realitas sebenarnya.
Ketum HIPMI Riau Datuk Seri Niaga Budi Febriadi mengatakan sikap DPRD Riau akan merevisi Undang-Undang Pajak Pertalite dianggap sebuah langkah positif, untuk mengurai dan memberikan solusi terhadap masalah ini.