Ditegur saat Main HP di Kelas, Murid Pukul Guru dengan Kursi

Kamis, 08 Maret 2018 | 17:51:55 WIB
Ilustrasi

GILANGNEWS.COM - Seorang siswa Madrasah Darussalam, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat, NF diduga menganiaya gurunya, Nuzul Kurniawati, Rabu (7/3). Pemukulan dilakukan karena NF tak terima ditegur saat menggunakan telepon genggam ketika pelajaran berlangsung.

"Dari penjelasan para guru yang saya terima, peristiwa itu bermula ketika mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VIII atau tepatnya di kelas NF, " kata Kepala Madrasah Darussalam, Ahmad Bustomi di Pontianak, Kamis (8/3) seperti dilansir dari Antara.

"Saat pelajaran berlangsung, siswa tersebut malah main ponsel. Pengajarnya saat itu bukan ibu Nuzul Kurniawati. Guru yang mengajarnya lalu menegur NF agar menyimpan ponsel tersebut, namun tidak dihiraukan".

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Guru tersebut akhirnya keluar kelas dan bertemu Nuzul yang langsung masuk kelas VIII guna menasihati dan mengambil HP yang dipegang NF.

    Kondisi kelas saat itu sepi karena siswa lain ikut keluar begitu guru mata pelajaran mereka keluar.

    "Mungkin NF, pelaku, tidak terima sehingga sempat terjadi adu mulut, mungkin karena kesal kursi plastik tempat duduk dia, dipukulkan kepada ibu Nuzul," ujarnya.

    Bustomi menuturkan karena kejadian itu, Nuzul Kurniawati sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, dirujuk ke RSUD Soedarso untuk menjalani scanner di bagian kepala.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada masalah, hanya saja di kerudung guru tersebut ada bercak darah.

    Pihak sekolah sudah melakukan mediasi, Bustomi berharap agar masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan, walau sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

    "Aturan sekolah memang tidak membolehkan siswa membawa handphone. Kami berharap dengan adanya kejadian ini, ada pelajaran yang bisa diambil, terutama memperketat aturan yang berlaku," katanya.

    Terkini