Beda Tipis dari SBY, Jokowi Akui Dirinya Seorang Demokrat

Sabtu, 10 Maret 2018 | 21:09:02 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

GILANGNEWS.COM - Tudingan sebagai seorang pemimpin otoriter yang dialamatkan kepadanya oleh sejumlah pihak membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran.

Jokowi sendiri mengaku dirinya merasa tidak memiliki tanda-tanda sebagai pemimpin yang sewenang-wenang. Hal itu dikatakannya saat menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Sabtu (10/3/2018).

Adapun dalam acara yang diikuti puluhan ribu kader partai pemenang Pemilu 2009 itu, tampak hadir Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Saya heran saja, kenapa kok dibilang otoriter. Menurut saya enggak ada potongan sama sekali pemimpin otoriter. Penampilan saya kan juga tidak sangar," katanya.

    Jokowi bahkan mengaku selalu tersenyum saat beraktivitas. Oleh sebab itu, dia berani mengklaim bukan seorang pemimpin otoriter.

    "Ke mana-mana selalu tersenyum, makanya saya berani bilang saya bukan pemimpin otoriter, saya ini seorang demokrat," tutur mantan gubernur DKI itu.

    Ditambahkannya, ciri-ciri seorang demokrat, di antaranya bisa menjadi pendengar yang baik. Di samping itu, seorang demokrat juga menghargai pendapat orang lain dan perbedaan yang ada.

    "Artinya, saya dan Pak SBY ini beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, Pak SBY tambah satu, yaitu ketua Partai Demokrat. Jadi, tipis sekali," tutup Jokowi disambut aplaus kader PD.

    Terkini