GILANGNEWS.COM - Pasar modal Indonesia diproyeksi masih berada dalam tren pelemahan. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum memiliki sentimen positif untuk bangkit (rebound).
Analis Royal Investium Sekuritas Wijen Ponthus mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi pertimbangan utama pelaku pasar untuk kembali ke pasar modal.
Terpantau, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (9/3), menguat tipis 19 poin atau 0,14 persen menjadi Rp13.797 per dolar Amerika Serikat (AS).