GILANGNEWS.COM - Dari sekian banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, masih rendahnya kualitas pendidikan Indonesia merupakan akar permasalahan bangsa yang harus segera diatasi.
Peningkatan kualitas pendidikan vokasi dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Masih dalam rangka minggu Diplomasi Ekonomi, siswa Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan Ke-60 diajak oleh Suryopratomo, Presiden Direktur Metro TV, untuk melihat problematika bangsa dan mengidentifikasi solusi yang ada. “Masalah mendasar yang dimiliki bangsa ini adalah kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Menurut statistik Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2015 yang dihasilkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), prosentase prestasi anak-anak Indonesia yang berumur 15 (lima belas) tahun di bidang ilmu pengetahuan, matematika dan/atau membaca, ternyata paling rendah jika dibandingkan dengan prestasi anak-anak berumur sama di negara-negara anggota ASEAN. Padahal di saat yang sama, menurut PWC (PricewaterhouseCoopers), pada tahun 2050, Indonesia akan menjadi kekuatan ke-4 di dunia, setelah RRT, India dan AS.
Dikatakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah ini pada akhirnya menghasilkan angkatan kerja yang kurang berkualitas. Kebanyakan tenaga kerja Indonesia hanya siap bekerja di sektor-sektor yang diistilahkan dirty, dangerous and difficult (3D).
“Untuk itu, pemerintah akan memulai memberikan insentif fiskal sebanyak 200% bagi swasta untuk meningkatkan pendidikan vokasi,” tukas presenter acara Economic Challenges Metro TV ini. Pemerintah juga perlu melengkapi fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di Indonesia dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan kerja.