Ketua KPK: Usia Pelaku Korupsi Sekarang Lebih Muda

Kamis, 19 April 2018 | 12:22:38 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi salah satu pembicara dalam talk show di Kemendikbud.

GILANGNEWS.COM -  Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut ada regenerasi pelaku tindak pidana korupsi atau koruptor di Indonesia. Menurut Agus, usia koruptor kini lebih muda.

"Kalau pelaku tidak bergeser banyak. Tapi sekarang pelaku jauh lebih muda. Ini harus kita antisipasi, seperti ada regenerasi," kata Agus dalam acara talkshow usai peluncuran Akademi Antikorupsi di kantor Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (19/4/2018).

Selain itu, Agus menyatakan saat ini indeks persepsi Indonesia sudah lebih baik dibanding akhir Orde Baru. Ia juga mengatakan KPK bakal menluncurkan anticorruption learning center yang bertempat di kantor KPK lama.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Kami juga akan luncurkan anticorruption learning center. Tempatnya di gedung KPK lama. Insyaallah di-launching 17 Agustus nanti," ucapnya.

    Selain Agus, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar yang juga jadi pembicara dalam talkshow ini mengaku telah melakukan perbaikan sistem di institusinya agar lebih transparan. Menurutnya, jika proses birokrasi gagal karena ada korupsi maka hal itu menjadi delegitimasi negara.

    "Konsepnya kalau birokrasi itu gagal melaksanakan tugas berarti dia jadi sumber delegitimasi negara. Saya katakan juga di jajaran kementerian, ada hak rakyat butuh akuntabilitas, transparansi," ucap Siti.

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KPK yang mengaitkan kerugian lingkungan dalam ranah korupsi. Menurutnya hal ini menjadi salah satu cara memberantas korupsi di sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup.

    Terkini