GILANGNEWS.COM - Selama tiga tahun, lebih dari 900 wanita Indonesia menjadi korban perdagangan manusia. Hal ini terungkap setelah kepolisian membongkar jaringan Timur Tengah.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Herry Rudolf Nahak, mengatakan jaringan ini mengunakan modus operandi dengan menjanjikan korban akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Riyadh, Arab Saudi.
Di Riyadh, terang Herry, korban dialihkan ke rumah majikan di Jeddah untuk bekerja sebagai PRT.