GILANGNEWS.COM - Seorang pemuda Palestina Mohammed al-Mughari mengatakan, tiga minggu lalu seorang penembak jitu militer Israel telah menembaknya dan meninggalkan lubang besar di kakinya, yang menurutnya cukup untuk memasukkan jari ke dalamnya.
Dia tertembak saat berada di perbatasan Gaza. Setiap Jumat, selama sebulan terakhir warga Palestina berbondong-bondong melakukan unjuk rasa di perbatasan antara Israel-Palestina.
Selama sebulan aksi protes itu, lebih dari 40 warga Palestina terbunuh dan setidaknya 1.500 orang terluka akibat tembakan Israel. Selama unjuk rasa yang mereka sebut 'Great March of Return'.