Dikecam! Lomba Baca Puisi di Hardiknas Cuma Berhadiah Serbet

Kamis, 03 Mei 2018 | 10:21:53 WIB
Serbet sebagai hadiah lomba baca puisi.

GILANGNEWS.COM -  Para sastrawan di Banten meradang. Mereka mengecam pemberian serbet sebagai hadiah juara kedua baca puisi di peringatan Hardiknas yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten.

"Saya tidak tahan menahan tawa dari tadi. Saya sedih sekaligus kocak. Di sisi lain saya juga miris dengan kejadian ini. Hal yang saya anggap tidak masuk akal dan ajaib," kata Penyair Toto ST Radik, Rabu (2/5/2018).

Menurut Toto, pemberian serbet merupakan bentuk pelecehan terhadap produk kebudayaan khususnya untuk dunia sastra.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Kalau lembaga sekelas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan serbet, saya nggak habis pikir apa yang ada di benak orang dinas mengenai lomba baca puisi. Di tingkat RT saja nggak segitunya. Pokoknya ini kocak," ujarnya.

    Dengan kejadian ini, Toto melanjutkan, jangan harap masyarakat punya apresiasi yang tinggi terhadap sastra. Sebab, pemerintahnya saja kata dia menilai sastra dengan sehelai serbet.

    Hal senada diungkapkan Penyair Sulaiman Djaya. Kata dia, selain dunia sastra, kejadian itu juga mencoreng wajah Pemprov Banten.

    "Saya tidak tau apakah itu ada kesalahan dari pihak panitia atau ada unsur kesengajaan dari pihak panitia. Kalau memang ada unsur kesengajaan justru itu menodai citra Pemprov Banten sendiri bukan saja melecehkan kerja kebudayaan," katanya.

    Kecaman lainnya datang dari Na Lesmana, Ketua Kubah Budaya. Menurut dia, kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik lembaga pemerintah.

    "Terlihat bahwa selama ini agenda sastra hanya sebagai ‘gincu’ untuk setiap kegiatan kedinasan," katanya.

    Terkini