Bos Rampok di Tambora Ditembak Mati Polisi

Kamis, 03 Mei 2018 | 16:37:26 WIB
Polisi menembak mati Andre alias Kolot, bos rampok di Angke, Tambora, Jakarta Barat, karena melawan.

GILANGNEWS.COM - Andre alias Kolot, bos rampok di wilayah Angke, Tambora, Jakarta Barat ditembak mati polisi. Kolot ditembak karena melawan polisi.

"Dia sering melakukan perampokan atau pencurian dengan kekerasan di wilayah Tambora. Ada laporan dari masyarakat, termasuk laporan lisan yang mereka pernah ditodong tapi takut melapor karena diancam," kata Kapolsek Tambora, Kompol Iver Manossoh, di Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Kamis (3/5/2018).

Pelaku sering beraksi di wilayah dekat tempat tinggalnya di Angke, Tambora, Jakarta Barat. Bahkan, dia sudah berulang kali melakukan aksi di wilayah Angke.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Dia sudah empat kali keluar masuk penjara dalam kasus yang sama yaitu pencurian dengan kekerasan atau pasal 365 KUHP," kata Iver.

    Pelaku mendatangi orang yang sedang sendirian kemudian menodong pisau. Dia tidak segan melukai sampai menusuk korban. "Pelaku merampas sepeda motor, HP dan uang para korban dengan ancaman sajam (senjata tajam)," ujar Iver.

    Dalam beraksi, Kolot tidak sendiri. Dia bersama Boby dan Erwin. "Namun, yang tugas menodong atau melukai korban ini di AN (Andre alias Kolot). Dia pemimpin kelompoknya. Biasa beraksi bertiga atau berdua," kata Iver.

    Selama satu minggu, polisi memfokuskan untuk mengejar tiga orang itu. Akhirnya, tiga pelaku tertangkap pada subuh tadi.

    "Pelaku BE (Boby) ditangkap di Gambir, sedangkan EW (Erwin) dan AN ditangkap di Pejagalan, Jakarta Utara beberapa saat setelah nyabu," kata Iver.

    Kolot melawan polisi saat akan ditangkap. Akhirnya, polisi menembak dia dada satu kali.

    "Tersangka melawan dan menyerang petugas dengan menggunakan sajam jenis pisau yang sering dibawanya saat beraksi curas (pencurian dengan kekerasan) sehingga dilakukan tindakan tegas dan berhasil dilumpuhkan," kata Iver.

    Kolot lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, nyawanya tidak bisa ditolong dan meninggal dunia.

    Terkini