Rekomendasi 200 Nama Mubaligh Bisa Timbulkan Tafsir Liar

Senin, 21 Mei 2018 | 12:36:46 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas.

GILANGNEWS.COM - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dapat memberikan penjelasan secara detail kepada masyarakat terkait rekomendasi 200 nama mubaligh. Hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman antar masyarakat dan ormas Islam.

"Jadi kita menghargai, kita tidak suudzon, untuk membantu lembaga, masjid yang membutuhkan mubalig tapi harus dijelaskan agar tidak menimbulkan tafsir liar," ujar Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas ketika ditanya wartawan, Jakarta, Senin (21/5).

Menurutnya, pemerintah juga harus terbuka kepada masyarakat metode apa yang digunakan untuk hasil rekomendasi tersebut. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan akibat kesalahpahaman. "Misalnya, apakah rekomendasi Menteri Agama itu yang pro pemerintah saja. Yang tidak masuk maka tidak pro pemerintah, itu merugikan keduanya," ujar Yunahar.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Untuk itu, Kemenag harus menambah daftar nama mubaligh sehingga tidak memecah komitmen para mubalig. Baik dari usulan masyarakat atau ormas Islam. "Apakah ini hanya sementara, dinamis, terbuka, maka harus ditambah dari ormas Islam atau lembaga dakwah apabila diperlukan. Jangan ada kesan tidak komitmen, karena bisa memecah para mubaligh," ungkapnya.

    Terkini