Krisis Ekonomi, Turki Bantah Sita Rekening Masyarakat di Bank

Senin, 13 Agustus 2018 | 19:26:42 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan.

GILANGNEWS.COM - Pemerintah Turki menepis kabar bakal disitanya simpanan masyarakat atau dikonversinya dana dalam dolar AS yang ada di rekening bank ke lira.

Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak menegaskan pemerintah tak akan mengambil langkah-langkah tersebut dan menyebut kabar tersebut bohong.

"Uang deposito tidak akan disita. Mata uang asing di rekening bank tidak akan dikonversi ke lira Turki. Namun, kebohongan (yang beredar) itu akan dibahas di pengadilan," kata Berat Albayrak dikutip dari Anadolu, Senin (13/8).

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Albayrak menegaskan pihaknya juga akan mengambil langkah guna menstabilkan lira. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan langkah tersebut melalui diskusi dengan sektor.

    "Lembaga kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengendurkan pasar," katanya.

    Albayrak mengatakan mereka menyiapkan rencana bersama dengan bank untuk sektor riil, sektor yang paling terpengaruh oleh fluktuasi mata uang baru-baru ini.

    "Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan cepat, bersama dengan bank-bank kami dan Badan Pengaturan dan Pengawasan Perbankan," tambahnya.

    Turki kini tengah dirudung krisis, seiring jatuhnya mata uang negara tersebut. Sepanjang tahun ini, lira anjlok hingga lebih dari 40 persen. Lira anjlok akibat defisit transaksi berjalan dan utang luar negeri yang besar. Selain itu, sanksi yang diberikan AS berupa kenaikan tarif impor untuk baja dan alumunium Turki kian memperparah nilai tukar lira.

    Terkini