Syekh Yusri: Merubah Nama Buruk Merupakan Sunnah Baginda Nabi Saw

Senin, 28 Januari 2019 | 13:51:11 WIB
Maulana Syekh Dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani berbincang dengan Ketua Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu' tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya saat bertemu sebelum Muktamar JATMAN XII di Pekalongan

GILANGNEWS.COM - Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah menjelaskan, bahwa diantara sunnah Baginda Nabi Saw adalah merubah nama yang bermakna kurang baik dengan nama yang memiliki arti baik.

Sebuah nama memiliki nilai harapan atau yang dikenal dengan “alfa’l” bagi sang pemilik nama, sehingga Baginda Nabi Saw memerintahkan umatnya untuk memberikan nama yang baik kepada anak-anak mereka.
 
Imam Bukhari Ra meriwayatkan, bahwa suatu ketika ada seorang sahabat yang datang kepada Baginda Nabi Saw, lalu ia ditanya siapakah namanya oleh baginda, dan ia menjawab: “Hazn”( yang berarti sulit, keras wataknya).

Lalu Baginda Nabi Saw pun mengganti namanya dan berkata: ” nama kamu adalah Sahl (yang berarti mudah dan lembut perangainya)”, kemudian ia menjawab: “Aku tidak akan berubah nama yang telah ayahku berikan kepadaku”. (HR. Bukhari).

  • Baca Juga Aksi Donor Darah PDI Perjuangan Pekanbaru Sambut Hari Kartini, Targetkan 200 Kantong
  • Baca Juga Agung Nugroho di HUT Demokrat ke-24: Jangan Berfoya-Foya, Dekatlah dengan Rakyat
  • Baca Juga Semarak HUT ke-80 RI, PAN Pekanbaru Gelar Lomba Meriah dan Bagikan 2.000 Paket Sembako
  • Baca Juga Ilham M. Yasir Ajak Masyarakat Laporkan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu ke DKPP
  • Ibnu Almusayyab, sang cucu pun berkomentar atas penolakan kakeknya terhadap nama yang yang diberikan oleh Baginda Nabi Saw: “maka dari itulah kerasnya perangai selalu bersama kami setelah itu”.

    Terkini