BEM SI Tuntut Pertemuan dengan Jokowi di Istana Berlangsung Terbuka

Jumat, 27 September 2019 | 11:06:02 WIB
Aksi mahasiswa di depan gedung DPR.

GILANGNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyikapi ajakan pertemuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana hari ini. BEM SI menuntut pertemuan berlangsung secara terbuka.

Hal ini disampaikan Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Muhammad Nurdiyansyah dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (27/9/2019). BEM SI bersedia bertemu Jokowi, namun memberikan dua catatan, yaitu:

1. Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • 2. Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam 'Maklumat Tuntaskan Reformasi" secara tegas dan tuntas.

    BEM SI menyayangkan jatuhnya korban dalam aksi di berbagai wilayah. Menurut BEM SI, semestinya Jokowi tidak membiarkan adanya tindakan represif.

    "Presiden Jokowi seharusnya bisa menangani setiap aksi demonstrasi sebagai bagian aspirasi publik dengan cara yang persuasif, humanis, dan tidak represif. Namun demikian, kondisi saat ini mengharuskan Presiden untuk ambil bagian dalam mengusut, menindak, dan memberikan sanksi kepada aparat yang telah melakukan tindak kekerasan kepada massa aksi," kata Dadan, panggilan Nurdiyansyah.

    Dadan menyebut, suara-suara aspirasi mahasiswa tidak begitu banyak dipertimbangkan dalam proses pembuatan kebijakan negara. Dadan mengakui, BEM SI sempat diundang ke Istana pada tahun 2015, namun berlangsung tertutup.

    "Kami juga merasa tuntutan yang kami ajukan telah tersampaikan secara jelas di berbagai aksi dan juga jalur media. Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan yang penuh negosiasi, melainkan sikap tegas Presiden terhadap tuntutan mahasiswa. Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan," papar Dadan.

    Diberitakan sebelumnya, gelombang unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah Indonesia menyita atensi Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berencana menemui mahasiswa untuk berdialog.

    Pernyataan itu disampaikan Jokowi setelah bertemu dengan sejumlah tokoh di Istana, Jakarta Pusat, Kamis (26/9). Jokowi akan bertemu para pengurus BEM pada Jumat (27/9) besok.

    "Ya, besok, besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa utamanya dari BEM, besok," ucap Jokowi.

    Terkini