Riau

Pekanbaru Sering Banjir, Pengamat: Kok Dibiarkan Terus Berulang?

Banjir di Kota Pekanbaru.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Hujan lebat membuat banjir beberapa kali merendam sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru. Sejumlah titik ruas jalan, perumahan dan bahkan pusat kota serta kecamatan tak urung diserbu banjir.

Pakar lingkungan hidup Dr Elviriadi menyampaikan keheranannya. Lelaki yang akrab dipanggil Elvi itu mengaku heran terhadap kejadian (banjir, red) yang semakin hari semakin sering merendam rumah-rumah warga di ibu kota prrovinsi Riau itu.

"Ya, heran juga. Tiap hujan turun, banjir di titik yang hampir sama. Apakah tak ada evaluasi dan rehabilitasi drainase?" tanya Elv.

Dia menambahkan, dengan seringnya terjadi musibah banjir ini, menunjukkan bahwa pembangunan kota Pekanbaru belum memperhatikan kaedah tata ruang.

Loading...

"Mungkin tak merujuk pada ilmu pengetahuan tentang pola ruang dan tata ruang. Seperti di hotel di Simpang Harapan Raya itu kawasan resapan air. Begitu juga di Premiere, di bawahnya kan sungai besar," terang alumni UKM Malaysia itu lagi.

Selain itu, Ketua Bidang Perubahan Iklim KAHMI Pusat ini juga menjelaskan tentang kerancuan tata kota Pekanbaru. Katanya, faktor pemicu terjadinya banjir adalah pembelokan sebagian sungai seperti di Tenayan Raya.

"Itu jelas memicu banjir. Begitu juga bangunan perumahan yang letaknya pada rawa aliran air, " bebernya.

Tokoh muda asal Meranti itu meminta Pemko dan camat secara tegas membuka drainase yang menjadi penghalang arus air.

"Kan titik banjir di lokasi drainase tertutup semenisasi, kadang menyempit, atau tertimbun sama sekali. Harus dibuka dan diganti secepatnya, anggarkan lah di APBD. Catat lokasinya, kerjakan langsung. Kok dibiarkan terus tiap tahun berulang," kata Elv.

Dia menguraikan, dinas PUPR dan DLHK harus membuat perencanaan berdasarkan data dan fakta di lapangan. Selanjutnya pengendalian jika ada masalah baru, dan evaluasi secara radikal. Jangan ketika air surut, lupa lagi emergency banjir ini.

"Tapi terus terang ya, melihat kondisi sudah crowded (kacau, red) begini, agak payah juga merombak yang dah terlanjur, ya apa boleh buatlah," pungkas peneliti gambut yang selalu gundul demi nasib hutan.

Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, banjir sudah terjadi sebanyak 3 kali di beberapa titik di Kota Pekanbaru.

Pertama terjadi pada tanggal 29 Maret 2021, kemudian tanggal 22 April 2021. Berselang 4 hari, tepatnya tanggal 26 April 2021, debit air kembali meningkat yang menyebabkan rumah-rumah dan jalan tergenang air di sejumlah wilayah. Meski air menggenang hingga tengah malam, namun tak ada tanda-tanda akan masuk ke rumah seperti banjir beberapa waktu lalu.

Untuk di wilayah RT01 RW10 Kelurahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukit Raya, warga masih mendiami tenda yang dipasang BPBD. Sejak banjir tanggal 22 April 2021 itu, aktivitas warga di rumah masing-masing belum normal seperti biasa. Warga masih menjalankan aktivitas bersahur dan berbuka di tenda pengungsian.

Menurut warga sekitar, banjir yang merendam rumah pada tanggal 22 April 2021 merupakan yang terparah. Memang selama ini pernah banjir, tapi air tidak setinggi banjir kemarin.
"Ini yang paling parah banjirnya," kata Alaridho ketika ditemui di tenda pengungsian Jalan Labuai Raya.

Dijelaskannya, biasanya banjir seperti ini terjadi setiap 5 tahun sekali. Namun, belakangan ini sangat sering terjadi banjir, meski curah hujan di daerah mereka tidak begitu deras.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar