Legislator

Persaingan Pilkada Pekanbaru 2024 Memanas, Nama Ginda Burnama Muncul di Hasil Survey

Ginda Burnama ST MT

PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Ginda Burnama ST MT, menyoroti persiapan yang semakin intens menjelang pesta demokrasi di Kota Pekanbaru yang akan digelar pada bulan November 2024 mendatang. Dengan peningkatan jumlah anggota dewan dari 45 menjadi 50, syarat pencalonan juga ikut bertambah, menjadi 10 kursi.

Perubahan politik ini juga ditandai dengan kehadiran PKB, yang sebelumnya tidak memiliki kursi di DPRD Pekanbaru, namun kini menduduki kursi di lembaga legislatif tersebut. Meskipun demikian, posisi Gerindra tetap kokoh sebagai pimpinan DPRD, dengan perolehan 7 kursi, memberikan kekuatan besar bagi partai tersebut dalam mencalonkan kader terbaiknya untuk Pilwako Pekanbaru.

Dari 50 kursi yang diduduki oleh partai politik di DPRD, koordinasi dan konsolidasi antarpartai telah dimulai. Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang terdiri dari Demokrat, PAN, dan Gerindra, telah aktif berkomunikasi dan menjajaki kemungkinan kerja sama.

Pertemuan dengan pimpinan partai di tingkat Kota Pekanbaru menjadi titik tolak penting dalam menentukan kader-kader yang akan diusung oleh KIM. PAN, Demokrat, dan Gerindra telah menyampaikan niat mereka untuk mengajukan kader-kader terbaik dalam kontestasi pilkada mendatang, serta melakukan pertukaran informasi untuk memperkuat kerjasama.

Ginda menegaskan bahwa kesempatan untuk bergabung dalam koalisi sudah terbuka lebar, memberikan peluang besar bagi partai-partai untuk maju dalam kontestasi pilkada dengan daya saing yang kuat.

Dalam beberapa pernyataan terbaru, partai politik seperti Demokrat, PAN, dan Gerindra telah mengungkapkan calon yang akan mereka usung. Demokrat telah mengumumkan dukungan untuk Agung Nugroho, sementara PAN menawarkan tiga nama, salah satunya Nofrizal MM. Di sisi lain, Gerindra mengajukan nama Andri Saputra sebagai calon potensial.

Namun, nama yang semakin banyak disorot adalah Ginda Burnama dari Gerindra. Meskipun belum ada kepastian secara resmi, hasil survei menunjukkan bahwa Ginda masuk dalam bursa sebagai calon baik untuk posisi Walikota maupun Wakil Walikota Pekanbaru.

Ginda sendiri menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil dari DPD dan DPP partainya serta evaluasi dari internal partai. Gerindra punya beberapa nama potensial yang akan diseleksi lebih lanjut, dengan pendaftaran calon terakhir pada 27 Agustus mendatang.

Pendekatan untuk menggandeng Ginda dengan beberapa calon lain seperti Agung Nugroho atau Muflihun, menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Namun, Ginda menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada hasil dari DPP masing-masing partai.

Ginda Burnama yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, menyoroti pentingnya masyarakat memiliki pilihan yang beragam dalam menentukan kepemimpinan di Kota Pekanbaru menjelang Pilkada 2024. Dalam pernyataannya, Ginda menekankan bahwa masyarakat harus memiliki kesempatan untuk memilih antara pasangan yang muda, tua, atau kombinasi dari keduanya, sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.

"Kita melihat banyaknya calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kota Pekanbaru, artinya masyarakat bisa menilai apakah mereka menginginkan pasangan kepemimpinan yang berusia muda, berusia tua, atau gabungan dari keduanya," ujar Ginda.

Dengan populasi Kota Pekanbaru yang mencapai sekitar satu juta jiwa, Ginda menyatakan harapannya agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang benar-benar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kota.

"Tentunya harapan kami adalah masyarakat Pekanbaru bisa memilih pemimpin yang benar-benar akan memberikan kontribusi bagi masyarakatnya," tambahnya.

Ginda juga menekankan pentingnya partai politik dan koalisi memberikan gambaran yang terbaik bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka. Sebagai perwakilan dari Partai Gerindra, Ginda berkomitmen untuk memberikan masukan yang berdasarkan situasi dan kondisi di Kota Pekanbaru, dengan fokus pada kader-kader dari internal partai Gerindra.

"Kami dari Partai Gerindra tentu bisa memberikan masukan yang sesuai dengan keadaan di Kota Pekanbaru, sesuai dengan arahan dari DPP kami yang mengutamakan kader dari internal partai Gerindra," jelasnya.

Namun demikian, Ginda juga mengakui pentingnya masukan dari masyarakat Pekanbaru dalam menentukan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta dalam proses pembentukan koalisi dengan partai lain.

"Masukan dari masyarakat tentu sangat dibutuhkan dalam menentukan siapa yang akan menjadi calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, serta dalam pembentukan koalisi dengan partai lain. Ini menjadi pertimbangan bagi kami dari Partai Gerindra dalam menetapkan pasangan yang akan berpasangan dengan partai kami," ungkap Ginda.

Dengan pernyataan ini, Ginda Burnama menggarisbawahi pentingnya demokrasi yang inklusif dan partisipatif dalam menentukan masa depan Kota Pekanbaru yang lebih baik.


Tulis Komentar