RIAU

DPRD Riau: Alat Rusak Jangan Dipertahankan, Lebih Baik Dana untuk Logistik Bencana

GILANGNEWS.COM - Komisi IV DPRD Riau meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengurangi anggaran maintenance alat-alat yang mahal.

Ketua Komisi IV DPRD Riau Makmun Solihin mengatakan, pagu anggaran BPBD Riau sekitar Rp18,91 miliar. Namun 87 persen di antaranya sudah habis untuk belanja rutin.

Sementara sisanya tinggal 13 persen untuk kegiatan-kegiatan termasuk penanggulangan bencana. Karena itu, dia berharap, BPBD dapat melakukan pengurangan-pengurangan dan bisa dialihkan untuk penanggulangan bencana.

"Ketika kita cek, kita minta supaya anggaran-anggaran maintenance alat, maintenance barang-barang kantor yang tidak efektif lagi, karena kita cek tadi sampai ada mesin fotokopi yang sudah lama, yang tidak berproduksi, karena maintenancenya mahal," ujar Makmun, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, barang-barang atau alat yang sudah tidak berproduksi lagi agar diputihkan saja. Sehingga anggaran yang ada bisa digunakan untuk kegiatan mitigasi bencana.

"Barang yang seperti ini kita minta supaya diputihkan saja. Alat-alat yang sudah tidak mutu lagi itu diputihkan daripada boros biaya maintenance-nya. Dan itu bisa digeser anggaran itu ke kegiatan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Menurutnya, anggaran maintenance alat tersebut bisa dialihkan kepada persiapan logistik bencana. Ia pun menilai, anggaran yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana lebih penting daripada maintenance alat-alat yang sudah tidak berproduksi lagi.

"Kita bisa geser anggaran untuk logostik, persiapan logistik bencana dan sebagainya. Ini menurut saya lebih penting dan teman-teman dewan lainnya juga menyampaikan hal yang sama. Karena ini urgensinya kan di situ," pungkasnya.

Selain itu, anggaran yang diusulkan BPBD Riau juga belum dilakukan efisiensi sebesar 20 persen dari total anggaran. Termasuk Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) yang dipotong 30 persen.


Tulis Komentar