Riau

Mahasiswa Bacakan Tuntutan Soal Kabut Asap di Depan Anggota DPRD Riau

GILANGNEWS.COM - Setelah berhasil menguasai ruang sidang paripurna DPRD Riau, serta menemui perwakilan anggota DPRD, mahasiswa akhirnya membacakan tuntutan mengenai kabut asap yang menjadi pokok permasalahan.

Presma Unilak, Amir Harahap menilai saat ini negara lemah terhadap korporasi. Harusnya negara memiliki wewenang penuh terhadap korporasi itu yang melakukan pembakaran lahan.

"Cabut izinnya jika mereka terlibat. Logikanya kenapa musim kemarau pasti ada asap. Jawabannya, masyarakat melakukan pembakaran, tapi karena disuruh. Tetapi aparat menangkap masyarakat kecil dan melepaskan korporasi," tegasnya, Senin (16/9/2019).

"DPRD Riau kita tantang, kita meminta DPRD Riau mendesak Pemprov menerbitkan pelaksanaan dari perda no 8 tahun 20144 tentang pencegahan Karhutla. Mendesak DPRD dan Pemprov Riau melakukan peninjauan ulang dan merevisi izin-izin korporasi," cakapnya.

Selanjutnya, mahasiswa meminta DPRD dan Pemprov mendesak aparat penegak hukum memproses perusahaan yang terbukti membakar lahan dan konsesinya ada titik api.

"Dan kami mendesak aparat hukum menegakkan hukum lingkungan secara tegas," tukasnya.

Perwakilan mahasiswa UIR, M Nurdin dalam tuntutannya, membacakan beberapa tuntutan yang mesti ditindaklanjuti DPRD yakni mengusut tuntas kebakaran hutan dan lahan.

"Kami meminta pusat melalui KLHK mencabut izin koorperasi pembakar hutan dan lahan. Kami mendesak pemerintah memperjelas regulasi hutan dan lahan. Menjamin kesehatan maayarakat, dan kami menagih janji Presiden soal copot kapolda," tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau, H Zukri Misran dalam tanggapannya mengatakan kepada ratusan mahasiswa yang hadir bahwasanya, DPRD sudah mengambil langkah langkah yang sudah dirapatkan Jumat lalu.

"Aspirasinya sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti dan rapatkan secepatnya," kata Zukri.

Sementara itu, anggota DPRD Riau, Asri auzar dengan menggebu-gebu mendukung apa yang telah dilakukan mahasiswa.

"Kalian di sini menuntut hak kalian, kami mendukung, lawan kebodohan-kebodohan, sekalipun saya harus masuk penjara, saya siap untuk membela kalian," tukasnya.


Tulis Komentar