PEKANBARU – Dalam dinamika Pilkada Serentak 2024, isu etika dalam politik kembali mencuat seiring dengan maraknya serangan personal terhadap para kandidat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah serangan terhadap calon Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, yang menimbulkan reaksi dari pasangannya, Ade Hartati, pada Rabu (9/10/2024).
Melalui pesan singkat WhatsApp, Ade Hartati menegaskan bahwa selama ini ia selalu berpegang pada filosofi "mendem jero" yang diajarkan oleh orang tuanya. Filosofi ini menekankan pentingnya ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tekanan politik. Namun, Ade merasa sudah saatnya ia bersuara, terutama terkait serangan yang menyasar ke personal Muflihun.
"Sebagai kandidat yang berpasangan dengan calon kuat dalam Pilwako ini, ada saatnya saya harus bicara, khususnya tentang serangan yang mengarah ke pribadi Pak Muflihun. Politik dan hukum harus dipisahkan dalam koridor masing-masing," ujar Ade.