GILANGNEWS.COM – Kota Pekanbaru mencatatkan capaian investasi yang mengesankan sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru, total investasi yang masuk ke ibu kota Provinsi Riau ini mencapai Rp5,702 triliun.
Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI melalui Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp5,091 triliun.
"Artinya, capaian investasi kita tahun 2024 di angka 112 persen dari target yang ditetapkan BKPM melalui provinsi," ujar Kepala DPM-PTSP Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, Rabu (12/2/2025).
Tak hanya melampaui target provinsi, capaian ini juga lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sendiri.
Pemko sebelumnya menargetkan investasi sebesar Rp4,9 triliun, namun realisasinya mencapai 116 persen dari target tersebut.
“Target Pemko itu kan Rp4,9 triliun, capaiannya Rp5,702 triliun atau 116 persen,” jelas Akmal.
Menariknya, investasi yang mengalir ke Pekanbaru mayoritas berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai mencapai Rp4,85 triliun.
Sementara itu, investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp843 miliar.
"Untuk PMDN, itu terdiri dari 7.788 kegiatan atau proyek. Sementara untuk PMA 604 kegiatan atau proyek," tambahnya.
Momentum Baru bagi Dunia Usaha
Capaian investasi ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri.
Politisi Partai Golkar tersebut menilai angka ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian Pekanbaru yang semakin kompetitif sebagai kota tujuan investasi.
Namun, di balik capaian yang gemilang ini, Syamsul juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah dalam mengawasi para pelaku usaha, terutama yang belum mengurus perizinan resmi.
"Dengan adanya pencapaian ini, kita juga mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pelaku usaha yang belum mengurus perizinan.
Kita ingin tahu secara pasti berapa besar investasi yang saat ini benar-benar berjalan di Pekanbaru," ujar Syamsul.
Peningkatan investasi tentu membawa dampak besar bagi perkembangan kota, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya daya saing ekonomi Pekanbaru.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan ini juga bergantung pada bagaimana Pemko Pekanbaru mengelola regulasi, memberikan kepastian hukum, dan terus mendorong iklim usaha yang kondusif bagi investor, ujar Syamsul