Hanura Kubu Daryatmo Akan Daftar Kepengurusan Baru ke Kemenkumham Mengganti OSO

Kamis, 18 Januari 2018 | 17:11:56 WIB

GILANGNEWS.COM -  Partai Hanura kubu Daryatmo akan mendaftarkan kepengurusan baru partainya pascamenggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Munaslub Hanura pada Kamis (18/1/2018) di Kantor DPP Hanura, Jakarta, memutuskan pemberhentian Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

Sebagai gantinya, Daryatmo diangkat jadi ketua umum.

  • Baca Juga Catatan Penyandang Dana KKB Papua Ditemukan, Pimpinan DPRD dan Pejabat Pemda Diperiksa
  • Baca Juga Korban Salah Tangkap Densus 88 di Pekanbaru Dirawat di RS
  • Baca Juga Selama Sebulan Petugas Gabungan Telah Mengklaim Menembak 15 KKB di Puncak Papua
  • Baca Juga Teroris Al-Shabaab Serbu Hotel Berbintang di Somalia
  • "Sudah ada ketua umum terpilih, pengurus yang baru akan mendaftarkan kepengurusan ke Kemenkumham dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, insya Allah dalam satu dua hari ini," ujar Sekjen Hanura Syarifuddin Sudding, Jakarta, Kamis.

    Hanura kubu Daryatmo tak mau kalah dengan kubu Oesman. Pada Rabu kemarin, Oesman mengungkapkan, kepengurusan Partai Hanura di bawah kepemimpinannya sah secara hukum.

    Ia menunjukkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang restrukturisasi, reposisi, dan revitalisasi pengurus DPP Partai Hanura masa bakti tahun 2015-2020, dengan nomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018.

    Menurut dia, SK itu diterbitkan pada Rabu (17/1/2018) sore, dan melegitimasi bahwa Hanura di bawah kepemimpinannya adalah sah.
    Advertisment

    Sementara itu, Sudding mengatakan bahwa Oesman sudah lengser sebagai ketua umum. Sebanyak 27 DPD dan 401 DPC sepakat memberhentikan Oesman.

    OSO, panggilan akrab Oesman, dinilai banyak melakukan pelanggaran. Mulai dari melanggar fakta integritas, hingga adanya dugaan menyelewengkan dana partai yang mencapai Rp 200 miliar.

    Selain itu, Sudding juga mengatakan kepemimpinan OSO telah menimbulkan ketakutan pada pengurus Hanura di tingkat daerah.

    OSO disebut melakukan tekanan kepada kader yang ingin memberikan masukan atau kritik.***

    Halaman :

    Terkini