Pekanbaru

DBD di Pekanbaru Capai 755 Kasus, Dua Diantaranya Meninggal Dunia

Ilustrasi.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat hingga pertengahan bulan November 2022, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 755 kasus.

Dari jumlah tersebut, dua diantaranya meninggal dunia. Keduanya merupakan anak dibawah usia 16 tahun.

"Untuk kasus DBD di Pekanbaru masih meningkat. Sampai dengan kemarin itu 755 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Senin (21/11/2022).

Menurutnya, peningkatan kasus terjadi akibat perubahan musim. Apalagi saat ini dalam musim penghujan.

Loading...

"Kembang biak nyamuk demam berdarah sangat cepat pada iklim seperti ini," katanya.

Lebih lanjut Zaini mengimbau pasien harus cepat mendapat penanganan medis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita mengimbau agar para pasien jangan terlambat mendapat penanganan medis. Mereka yang terlambat mendapat penanganan medis bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan meninggal dunia," katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa ada cara untuk pencegahan awal dalam DBD yakni dengan banyak minum air putih. Pasien bisa minum obat penurun panas dengan dan kompres kepala dengan air dingin.

"Bila memang kondisi tidak ada perubahan, bisa segera menghubungi dokter, guna mendapat penanganan medis," jelasnya.

Dikatakan Zaini, masyarakat bisa mengendalikan perkembangan nyamuk dengan menerapkan 3M plus.

Caranya dengan menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menguras bak air hingga menaburkan bubuk abate di penampungan air. Mereka bisa melakukan langkah pencegahan ini di lingkungannya.

"Upaya mencegah penyebaran DBD bukan tugas dari Dinas Kesehatan saja. Masyarakat juga bisa menjaga lingkungan sendiri dengan memastikan kondisi rumah yang bersih," ucapnya.

Pihaknya sudah melakukan tugas dengan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Mereka juga siap menindaklanjuti dengan memberikan layanan kesehatan kepada pasien DBD.

Dirinya merinci, untuk kasus tertinggi berada pada Kecamatan Marpoyan Damai 113 kasus. Kecamatan Tuah Madani dengan 96 kasus. Kecamatan Sukajadi 45 kasus, Kecamatan Senapelan 33 kasus, Pekanbaru Kota 13 kasus, Limapuluh 35 kasus.

Lalu, Kecamatan Sail 15 kasus, Kecamatan Bukit Raya 47 kasus, Kecamatan Payung Sekaki 92 kasus, Kecamatan Bina Widya 60 kasus, Kecamatan Tenayan Raya 81 kasus.

Kemudian Kecamatan Kulim 6 kasus, Kecamatan Rumbai 76 kasus, dan Rumbai Barat 11 kasus, serta Kecamatan Timur 32 kasus.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar