GILANGNEWS.COM - Untuk kedua kalinya, sejumlah warga RW 08 Kelurahan Palas kecamatan Rumbai, kembali melakukan penyetopan terhadap truk angkutan tanah timbun di Jalan Matahari kelurahan Palas. Pasalnya, kendaraan berplat E tersebut tak membersihkan ceceran tanah timbun yang mengotori jalan di wilayahnya.
Hal ini disampaikan ketua RW 08 Palas, Junaidi didampingi tokoh masyarakat Edison Herbet Sihite (58) sàat dikonfirmasi ditengah-tengah aksi penyetopan, Sabtu (12/7/2025).
"Ya, sepertinya memang penyetopan lagi dari masyarakat ini. Karena dari kemarin juga masyarakat juga sudah resah janji PT Wira Agung tidak merealisasikan janjinya membersihkan jalan," ucapnya.
Menurut Junaidi, pimpinan PT Wira Agung pada Senin (7/7/2025) kemarin, jalan ini mau disemprot pakai robin. Akan tetapi sampai hari ini enggak dilaksanakan. Jadi ini juga yang kita pertimbangkan. Terlebih lusa, Senin (14/7/2025) anak anak sekolah mulai masuk tahun ajaran baru, ini yang dikhawatirkan, ujarnya.
"Ini yang kita khawatirkan ini di sini. Ya, jalan seperti ini nanti akan membahayakan bagi anak anak sekolah yang melintas di samping masyarakat yang selama ini sudah mengeluh dan sudah sudah banyak juga yang jatuh, cuma belum ada laporan ke kita.," ucap Junaidi.
Bahkan tambah dia, pihaknya juga baru tahu kemarin jika sebulan yang lalu ada 2, 3 warga yang terjatuh di Gang Matahari ini. Ia pun berharap agar PT Wira Agung mendengar keluhan warga.
"Tolong dibersihkan jalan ini, jangan membuat masyarakat terganggu. Jadi, jangan pula gara gara truk angkutan tanah timbun ini membuat lingkungan sini jadi berpolusi," tukas Junaidi.
Ketika ditanya sampai kapan aksi ini dilakukan, ketua RW 08 ini mengatakan sampai pimpinan PT Wira Agung membuat perjanjian tertulis. Karena kalau hanya sekedar lisan, dia ingkar, ucapnya.
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat RW 08 Palas, Edison Herbet Sihite (58). Ia pun mendukung sikap warga RW 08 yang melakukan penyetopan terhadap truk tanah timbun yang melintas di wilayahnya.
"Tolonglah jalan ini dibersihkan seperti semula. Jadi kalau memang begini jalannya nanti sangat membahayakan untuk masyarakat temasuk anak anak sekolah SMPN 44 yang mulai masuk pada Senin (14/7/2025) lusa," ujarnya.
Sihite pun mendesak PT Wira Agung selaku vendor PT HKI yang memasok tanah timbun tol Jalan Lingkar Pekanbaru agar bertanggungjawab terhadap warga yang menjadi korban akibat terjatuh gegara ceceran tanah timbun.
"Kalau nanti ada lagi kecelakaan, kami meminta pertanggungjawaban dari perusahaan. Jadi, kami meminta aparat setempat bekerja sama agar perusahaan benar benar membersihkan jalan Damai ini," tegasnya.
Tulis Komentar