RIAU

Event Budaya Melayu di Riau Dapat Sambutan Luar Biasa, Konsulat Malaysia Beri Apresiasi

Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Muhammed Hoesnie Shahiran

GILANGNEWS.COM - Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Muhammed Hoesnie Shahiran turut mengapresiasi komitmen Pemprov Riau dalam mengenalkan budaya dan pariwisata kepada khalayak luas, termasuk melalui event Pekan Budaya Melayu Serumpun.

Ia melihat event Pekan Budaya Melayu Serumpun ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa. Karenanya, ia sangat mengapresiasi Pemprov Riau dan seluruh pelaku budaya yang terlibat.

Lebih lanjut, Hoesni mengatakan bahwa Pekan Budaya Melayu Serumpun sebagai event pelestarian budaya diharapkan menjadi ajang promosi budaya Melayu. Salah satunya seperti Pacu Jalur, agar lebih dikenal generasi muda, masyarakat luas, bahkan dunia.

“Memang sudah banyak yang tahu acara Pacu Jalur di Kuansing. Pacu Jalur telah mendapat tumpuan yang sangat meluas di mata dunia, hasil Aura Farming-nya,” Ucap Hoesnie, kepada Media Center Riau, usai launching platform JIWA, di Jalan Sultan Syarif Kasim, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Hoesnie, hal tersebut membuat ekonomi, khususnya sektor wisata di Riau dapat terus bangkit dan dikenal khalayak luas. Terlebih lagi dengan adanya Pacu Jalur, yang dalam beberapa waktu lagi akan dilaksanakan.

“Nanti kabarnya Presiden Prabowo dan Wakilnya juga akan turun untuk acara Pacu Jalur. Hal ini menunjukkan pemerintah pusat sangat mendukung upaya Provinsi Riau. Tentu ini adalah hasil daya usaha Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten/kota dalam membangun industri parawisata,” tambah Hoesnie.

Selain itu, sejalan dengan kegiatan Pekan Budaya Melayu Serumpun juga dilaksanakan launching platform Jiran Istimewa (JIWA), sebuah inisiatif yang memberikan berbagai keistimewaan atau insentif bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan langsung antarnegara.

“Jadi kami sangat mendukung adanya platform JIWA, karena ini adalah hasil daripada perbincangan di platform Sosek Malindo, antara dua negeri di Malaysia yaitu Johor dan Melaka, dan 2 provinsi di Indonesia, yaitu Kepri dan Riau yang bertujuan memudahkan wisatawan kita dalam berwisata,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap melalui platform JIWA yang telah dilaksanakan di Riau ini akan semakin banyak pengusaha-pengusaha seperti hotel, transportasi, berinvestasi di Bumi Melayu Lancang Kuning.

“Kita berharap, akan ramai pengusaha-pengusaha baik di hotel, transportasi dan yang berhubungan dalam bidang wisata akan terus bertambah. Jadi fungsi dan peran kita di empat negeri ini dapat terus berjalan, juga bisa melakukan promosi lebih baik lagi, supaya lebih ramai masyarakat dan peserta mengambil bagian dalam platform JIWA,” harap Hoesnie.


Tulis Komentar