GILANGNEWS.COM – Seleksi cabang olahraga balap sepeda untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang digelar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Riau menuai sorotan tajam.
Proses seleksi yang seharusnya menjadi ajang mencari bibit unggul justru dinilai tidak transparan dan merugikan para atlet muda.
IS selaku orang tua atlet yang mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, oknum tim seleksi, yakni berinisial RL dan ARF, cenderung diskriminatif dan tidak memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta.
“Seleksi ini seolah-olah sudah diarahkan. Anak-anak kami datang dengan penuh semangat, tapi akhirnya seperti hanya formalitas saja. Ada kesan yang dipilih bukan berdasarkan kemampuan, tapi karena faktor kedekatan. Ini sangat merugikan cabang olahraga balap sepeda,” ujarnya, Kamis (12/9/2025).
Ia menegaskan, praktik seperti ini sangat berbahaya bagi perkembangan mental atlet pelajar. Anak-anak yang sejak dini sudah berlatih keras justru kehilangan kepercayaan diri karena merasa tidak memiliki kesempatan yang sama untuk tampil di ajang nasional.
“Kalau begini terus, bagaimana bibit atlet kita bisa berkembang? Anak-anak jadi trauma, merasa percuma berlatih karena yang lolos bukan yang terbaik, tapi yang punya orang dalam,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai bukan hanya merugikan atlet, tetapi juga mencoreng nama baik ISSI Riau dan melemahkan prestasi balap sepeda daerah di level nasional.
Orang tua atlet berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, segera turun tangan untuk mengevaluasi dan membenahi proses seleksi agar lebih transparan, objektif, dan berpihak pada prestasi.
Popnas sendiri akan diselenggarakan di Jakarta, pada 1-10 November 2025. Adapun cabor yang diperlombakan adalah 23 cabor. Atlet balap sepeda yang disiapkan oleh Riau sendiri ada 4 orang.
Tiga orang diambil dari internal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Pekanbaru, dan satu orang dari luar SKO dan dipilih berdasarkan hasil seleksi ISSI Riau.
Tulis Komentar